Apa Itu Public Cloud?

Yusuf  
Sep 21, 2019 · 4 minutes read

Public cloud merupakan sebuah “kolam dari sumberdaya (resource) virtual” yang dikembangkan melalui hardware dimiliki dan dikelola oleh penyedia pihak-ketiga kemudian sumberdaya itu dialokasikan kepada multipel klien melalui layanan antarmuka si penyedia.

Ini merupakan cara lugas untuk mendistribusikan sumberdaya jika terjadi beban yang terjadi dalam kondisi fluktuasi permintaan akan sumber daya yang tidak terduga.

Dimasa sekarang, Public Cloud tidak disebarkan (deploy) sebagai solusi infrastruktur yang beroperasi sendiri, namun sebagai bagian dari pencampuran infrastruktur heterogen yang menghadirkan keamanan dan performa lebih tinggi, biaya lebih murah, dan ketersediaan infrastruktur lebih luas, pelayanan dan pula aplikasi.

Bagaimana cara kerja Public Cloud?

Public clouds didesain seperti private clouds. Keduanya menggunakan serangkaian teknologi bermanfaat untuk melakukan virtualisasi sumberdaya ke dalam sejumlah server, menambahkan lapisan pengendali administrasi terhadap semuanya, dan menciptakan fungsi self-service secara otomatis.

Secara bersama, semua teknologi itu menciptakan sebuah cloud: Private cloud jikalau sumbernya berasal sejumlah sistem yang didedikasikan dan dikelola oleh mereka yang menggunakannya, dan disebut Public cloud jikalau disediakan sebagai sumber daya berbagi untuk multiple user. Sedangkan Hybrid cloud merupakan kombinasi di antara keduanya atau lingkungan cloud interkonek public atau private.

Semua teknologi itu harus terintegrasi agar cloud dapat berfungsi, dan juga harus integrasi dengan IT pelanggan—hal inilah yang membuat Public cloud dapat berfungsi dengan baik. Konektivitas itu mengandalkan sistem operasi. Virtualisasi, manajemen, dan software otomatis yang menciptakan cloud-cloud semuanya dikendalikan oleh sistem operasi puncak.

Dan konsistensi, reliabilitas, dan fleksibilitas dari sistem operasi secara langsung menentukan kekuatan koneksi antara sumberdaya fisik, data virtual, management software, automation script dan para pelanggan.

Jika sistem operasi merupakan open source dan didesain untuk perusahaan maka infrastruktur yang menangani sebuah public cloud tidak hanya cukup handal untuk melayani sebagai fondasi tepat, namun juga cukup fleksibel untuk men-skala. Oleh karenanya 9 dari 10 Public cloud menggunakan Linux, dan memang Linux merupakan sistem operasi yang paling fleksibel untuk mengelola semua sumberdaya baik Public, Private dan pula Hybrid cloud.

Bagaimana saya bisa menggunakan Public cloud?

Mungkin public cloud adalah deployment cloud paling sederhana: Jika anda membutuhkan sumberdaya, platform, atau pelayanan, maka anda cukup membayar penyedia public cloud berdasarkan jam atau byte untuk mendapatkan akses pada file yang dibutuhkan saat dibutuhkan saja.

Infrastruktur, raw processing power, storage dan aplikasi berbasis cloud dapat divirtualisasikan dari hardware yang dimiliki oleh vendor kemudian dihadirkan kepada anda dalam bentuk tumpukan data, disusun oleh software otomatis dan manajemen, dan transmisikan ke internet atau melalui koneksi jaringan dedicate kepada klien.

Cloud computing merupakan hasil cermat dari infrastruktur yang dikembangkan secara cermat, seperti halnya teknologi listrik dewasa ini, air dan teknologi gas yang semuanya merupakan hasil dari pengembangan infrastruktur selama beberapa tahun. Cloud computing tersedia melalui berbagai koneksi jaringan dengan cara yang sama seperti halnya utility yang disediakan melalui jaringan-jaringan pipa bawah tanah.

Rumah tangga dan penyewa tidak memiliki air yang keluar dari pipa mereka, dan tidak ikut campur mengenai tenaga plantasi untuk listrik yang menyalurkan listrik ke rumah mereka, dan tidak ikut menentukan seberapa banyak gas dibutuhkan untuk rumah mereka. Baik rumah tangga dan penyewa cukup membuat kesepakatan pemakaian, lalu dapat menggunakan sumberdaya, selanjutnya membayar hanya yang mereka telah pakai pada waktu yang ditentukan.

Nah cara kerja Public cloud identik dengan itu. Klien tidak memiliki gigabyte pada storage untuk data mereka gunakan, tidak mengelola pengoprasian pada server dimana hardware terpasang, dan tidak menentukan bagaimana performa cloud mereka, atau pelayanan diurus dan diamankan. Pengguna Public cloud cukup membuat kesepakatan, lalu menggunakan sumberdaya, kemudian membayar yang telah mereka pakai.

Siapa penyedia public cloud?

Siapa saja dapat menyediakan sebuah public cloud, dan kini tersedia ribuan penyedia public cloud diseluruh dunia. Ini hanyalah sebagian kecil raksasa penyedia cloud yang paling populer.

  1. Google Cloud
  2. Microsoft Azure
  3. Alibaba Cloud
  4. AWS

Dan untuk yang lokal, anda bisa langsung kunjungi cloud server Indonesia terbaik, dengan harga yang amat masuk akal namun dengan kualitas bagus sekali.

Tinggalkan komentar