Doa Shalat Dhuha

Doa sholat Dhuha ini amat baik dibaca setelah melaksanakan Shalat Dhuha, waktu melaksanakan Shalat Dhuha adalah sekitar 10 hingga 15 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk Shalat Dhuhur.

Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjanjikan pahala setimpal Haji dan Umroh bagi siapapun yang melaksanakan Shalat Dhuha setelah sebelumnya Shalat Subuh berjamaah di Masjid.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ (رواه الترمذي هذا حديث حسن غريب)

Dari Sahabat Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang shalat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sempurna, sempurna, sempurna.’ (HR. Tirmidzi no HR. Tirmidzi no. 586, beliau berkata bahwa hadits ini hasan gharib).

Doa Setelah Shalat Dhuha

Berikut ini adalah kumpulan doa-doa yang dibaca setelah Shalat Dhuha.

Doa Shalat Dhuha bahasa Arab

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Doa Shalat Dhuha latin

ALLOHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUR ROHIIM.

Arti doa shalat Dhuha

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619).

Doa shalat Dhuha Arab 2

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ والْبَهَاءَ بَهَاءُكَ والْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ والْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِى الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآ اَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Doa Sholat Dhuha Latin

“Allahumma innad dhuhaa-a dhuhaauka, walbahaa-a bahaauka, waljamaala jamaaluka, walquwwata quwwatuka, walqudrota qudrotuka, wal’ishmata ‘ishmatuka. Allahumma inkaana rizqii fissamaa i fa-anzilhu, wa in-kaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa in-kaana mu’siron fayassirhu, wa in-kaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaaika wa bahaaika wa jamalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa atayta ‘ibaadakas-shoolihiin”.

Arti Doa Sholat Dhuha

“Yaa Allah, sesungguhnya waktu dhuha-Mu adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan adalah keagungan-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Yaa Allah, apabila rizkiku di atas langit maka turunkanlah, dan apabila di bumi maka keluarkanlah, dan apabila sulit maka mudahkanlah, dan apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, dan keagungan-Mu, dan keindahan-Mu, dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih”.

Kapan waktu melaksanakan Shalat Dhuha?

صَلاَةُ الْأَوَّابِيْنَ حِيْنَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

“Shalat orang-orang yang gemar bertobat adalah ketika anak-anak onta kepanasan dari teriknya matahari.” (HR. Muslim no. 1743).

Yaitu ketika Matahari sudah meninggi dan amat terasa panas dimana ketika anda berdiri maka segaris dengan bayangan anda.

Para ulama menafsirkan hadits ini dengan menjadikan telah berlalunya sepertiga hari, atau setengah perjalanan antara terbitnya matahari dan waktu Sholat Dhuhur. (Al Majmu, Al-Nawawi, 4/36: Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah 27/224).

Berapa jumlah rakaat Shalat Dhuha?

Mengenai jumlah maksimum rakaat Shalat Dhuha maka tidak ada nash apapun yang membatasinya, namun terbukti bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam shalat Dhuha sebanyak empat raka’at, dan lebih dari itu, dan sebanyak delapan raka’at disaat hari penaklukan Mekkah.

Muslim nomor 719, diriwayatkan bahwa Muadz (Radhiyallahu Anhu) bertanya kepada Aisyah (Radhiyallahu Anha): Berapa rakaat yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam kerjakan saat Dhuha? Beliau menjawab: Empat raka’at, dan lebih banyak yang ia inginkan.

Muslim (336) diriwayatkan bahwa Ummu Haani’ (Radhiyallahu Anha) berkata: Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bangkit untuk Ghusl, dan Fatimah (Radhiyallahu Anha) menghijabinya. Kemudian ia mengenakan pakaian, kemudian mengerjakan Shalat Dhuha delapan rakaat.

Dikatakan pula dalam al-Mawsoo‘ah al-Fiqhiyyah (27/225): Tidak ada perbedaan pendapat diantara para Fuqaha yang menjelaskan bahwa Shalat Dhuha adalah Mustahab berkenaan jumlah rakaat minum menjadi dua. Abu Dharr (Radhiyallahu Anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “….dan dua rakaat dikerjakan di pagi hari dan cukup sudah”. Maka jumlah minimum raka’at Shalat Dhuha adalah dua rakaat, karena riwayat ini.

Menurut madzhab

  • Menurut Madzhab Syafi’i yaitu 20 menit setelah terbitnya matahari.
  • Menurut Madzhab Hanafiyah yaitu 40 menit setelah terbitnya matahari.

Kita juga amat dianjurkan untuk melaksanakan Sholat Tahajud setiap malamnya dan juga membaca doa Sholat Tahajud yang merupakan amalan yang amat baik untuk dipraktekan secara rutin.

Itulah keseluruhan informasi mengenai doa Sholat Dhuha dan kapan waktu mengerjakannya beserta jumlah rakaat minimum dan maksimum Shalat Dhuha yang bisa anda pelajari dan juga anda amalkan untuk mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam. semoga dapat memberikan manfaat besar bagi anda sekeluarga.

Tinggalkan komentar