Pengertian Database Dan Jenis-Jenisnya

Yusuf  
Sep 27, 2019 · 4 minutes read

Sebuah database merupakan sebuah kumpulan informasi yang diatur / disusun dengan rapi agar bisa dengan mudah diakses, dikelola dan di update.

Secara tipikal database komputer memuat kesatuan catatan data dan atau file, berisi informasi mengenai transaksi penjualan atau interaksi dengan kostumer tertentu.

Dalam sebuah database relational, informasi digital mengenai kostumer tertentu dikelola ke dalam rows, kolum dan tabel yang diindeks untuk memudahkan pengguna dalam menemukan informasi melalui query SQL atau NoSQL. Sedangkan dalam sebuah database grafis menggunakan sejumlah node dan tepi (edge) untuk mendefinisikan hubungan antara entri data dan query yang membutuhkan sebuah syntax pencarian semantik khusus. Sebagaimana tulisan ini, SPARQL merupakan bahwa query semantic yang di setujui oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Secara umum, database manager menyediakan kemampuan kepada pengguna untuk mengendalikan akses read/write, mengkhususkan pembuatan laporan dan penggunaan analisa. Beberapa database menawarkan aturan ACID (atomicity, consistency, isolation dan durability) untuk menjamin konsistensi data dan semua transaksi lengkap.

Jenis-jenis database

Database telah berevolusi sejak pertama dia dilahirkan pada tahun 1960, awalnya hadir dengan database jaringan dan hirarki, dan pada 1980 dengan database orientasi objek (object-oriented) dan hari ini dengan database SQL dan NoSQL dan database cloud.

Ada sebuah pandangan yang mengatakan bahwa database bisa dijelaskan menurut tipe muatannya yaitu, bibliographic, teks penuhs, numerik dan imej / gambar. Dalam dunia computing, terkadang database diklasifikasikan menurut tujuan dan pendekatan organisasi.

Ada banyak jenis database berbeda, di mulai dari yang paling umum, database rational, hingga database distribusi, database cloud, database grafis atau database NoSQL.

Database rational

Sebuah database rational ditemukan oleh E.F. Codd di IBM pada 1970, merupakan sebuah database tabular dimana data didefinisikan dan diaksese dalam sejumlah cara berbeda.

Database rational dibangun ke dalam satu set tabel dengan data yang cocok kedalam kategori yang telah ditentukan sebelumnya. Setiap tabel memiliki paling tidak satu kategori data di dalam sebuah kolum, dan setiap row memiliki sejumlah data instan untuk kategori yang didefinisikan ke dalam kolom-kolom.

Structured Query Language (SQL) merupakan standar pengguna dan antarmuka program aplikasi untuk sebuah database rational. Database rational amat mudah dikembangkan, dan sebuah kategori data baru dapat ditambahkan setelah pembuatan database asli tanpa membutuhkan modifikasi seluruh aplikasi yang ada.

Database distributed

Sebuah database distribusi merupakan sebuah jenis database dimana semua porsi database disimpan kedalam lokasi fisik multipel, dan proses data diedarkan dan disalin di antara semua titik berbeda di dalam sebuah jaringan.

Database distribusi dapat pula dalam bentuk homogen atau heterogen. Semua lokasi fisik ada di homogen yang didistribusikan ke dalam sebuah sistem database memiliki hardware yang memperkuatnya dan menjalankan sistem operasi yang sama dan aplikasi database.

Hardware, sistem operasi dan aplikasi database dalam sebuah heterogen mendistribusikan database mungkin berbeda di setiap lokasi.

Database cloud

Sebuah database cloud merupakan sebuah database yang dapat dioptimalkan atau dibangun untuk lingkungan virtual, baik itu sebuah cloud hybrid, cloud public dan cloud private. Database cloud menyediakan keuntungan seperti kemampuan untuk membayar untuk kapasitas penyimpanan dan bandwidth berdasarkan penggunaan, dan juga menyediakan skalabilitas pada permintaan, bersamaan ketersediaan tinggi.

Sebuah database cloud juga menyediakan enterprise kesempatan untuk mendukung aplikasi bisnis dalam sebuah deployment software-as-a-service.

Database NoSQL

Database NoSQL amat berguna bagi pendistribusian data yang besar.

Database NoSQL amatlah efektif bagi masalah kinerja data yang besar yang database rational tidak mampu melakukannya. Database ini paling efektif ketika sebuah organisasi harus menganalisa tumpukan data besar yang tidak terstruktur atau data yang disimpan kedalam server virtual multipel di dalam cloud.

Database Object-oriented

Semua item yang diciptakan menggunakan bahasa pemrograman object-oriented biasanya disimpan ke dalam database relational, namun database object-oriented sangatlah cocok bagi item-item itu.

Sebuah database object-oriented diatur di sekeliling objek bukan aksi, dan data bukan logik. Contohnya, sebuah catatan multimedia didalam sebuah database relational dapat menjadi sebuah objek data yang dapat didefinisi, bertentangan dengan sebuah nilai alpanumerik.

Database grafis

Sebuah database grafis atau database graph, merupakan tipe database NoSQL yang menggunakan teori grafis untuk menyimpan, memetakan dan query hubungan. Database grafis pada dasarnya adalah koleksi node dan tepi, dimana setiap node direpresentasikan sebagai entity, dan setiap tepi direpresentasikan sebagai hubungan antara node.

Database grafis berkembang dengan popularitas untuk menganalisa interkoneksi. Sebagai contohnya, perusahaan-perusahaan menggunakan database grafis untuk menambang data mengenai kostumer dari sosial media.

Database grafis terkadang memakai SPARQL, sebagai bahasa pemograman menjelaskan dan protokol untuk analisa database grafis, SPARQL memiliki kemampuan untuk melakukan semua analisa yang dapat SQL lakukan, ditambah lagi dapat digunakan untuk analisa semantik, pemeriksaan hubungan. Hal ini membuatnya amat bermanfaat untuk melakukan analisa pada set data yang memiliki data terstruktur dan tidak terstruktur. SPARQL memungkinkan pengguna untuk melakukan analisa pada informasi yang disimpan dalam database relational, sebagai hubungan FOAF (friend-of-a-friend), PageRank dan shortest path.

Tinggalkan komentar